SUSUNAN DAN TATA CARA MEMBUAT PAPER UNTUK PEMULA
Original
created by: Muh. Budi R. Widodo, ST.
Paper merupakan ringkasan dari
penelitian yang kita buat, dengan kata lain paper sama dengan tugas akhir,
hanya saja ringkas dan tidak sedetail sebuah riset tugas akhir. Menurut standar
paper biasanya ditulis hingga 6 halaman saja. Jadi semisal tugas akhir atau
riset yang kita lakukan ada berhalaman-halaman, kita cukup meringkasnya menjadi
6 halaman saja, tetapi maksud dan tujuan tetap harus tersampaikan. paper
biasanya ditulis dalam dua lajur (kolom) tetapi terkadang juga ditulis menjadi
1 kolom saja tergantung dari persayaratan call for paper itu sendiri. Paper biasanya ditulis dengan huruf times
new roman dengan besar huruf 10, hal ini pun tergantung dari persyarat pada
call for paper, namun standar yang digunakan adalah font 10. Berbicara
mengenai paper, kita juga harus tahu mengenai call for paper. Call
for paper adalah sebuah announcement bahwa akan
diselenggarakan seminar paper, announcement ini biasanya dilakukan oleh
lembaga-lembaga tertentu semisal dari universitas maupun dari lembaga yang
diakui untuk menyelenggarakan paper, jadi teman teman harus cerman memilah dan
memilih dimana tempat kita akan men-submit paper kita. pada call for paper dijelaskan mengenai persyaratan paper (topic, susunan
dari paper, jenis huruf beserta ukuran, bahkan sampai deadline pengumpulan dan
biaya pendaftaran) ada semua di call
for paper. Untuk memahami lebih jauh bagaimana
cara membuat sebuah paper penelitian. Berigkut ini akan dijelakskan secara
general n susunan dan tata cara pembuatan paper.
Susunan paper secara umum terdiri dari:
1.
Judul paper
2.
Abstrak
3.
Pendahuluan
4.
Isi
5.
Hasil simulasi dan analisis
6.
Kesimpulan
7.
Referensi
8.
Apendiks
9.
Numenklatur (opsional :bisa dibrei atau
tidak)
Kurang lebih susunan paper seperti pada
poin 1-9, Kita akan membahas satu persatu mengani point-point diatas: J
1.
Judul
paper: sebuah judul dibuat untuk
merepresntasikan isi paper, judul tidak sepanjang abstrak isi atau kesimpulan,
namum memuat maksud/tujuan, kemudian metode, dan plant (objek) yang diteliti.
Sehingga dengan membaca judul paper, sesorang dapat menangkap arah/tujuan
pembuatan paper. berikut ini ada beberapa contoh membuat judul yang benar:
1.
MEMBUAT SAMBEL PENYET (ini contoh judul
yang amat luas, sehingga kurang mencerminkan isi dari paper, jika judul seperti
ini maka setiap orang dapat membuat sambel donk, tanpa harus sekolah tinggi,
J).
2.
Membuat sambel penyet berbasis teknologi
(judul ini sudah bagus,tetapi kurang spesifik teknologi yang digunakan, dan
tujuanya belum masuk).
3.
Membuat sambel penyet berbasis teknologi
cerdas untuk meningkatkan kualitas rasa tahu goreng. (judul ini sudah semakin
bagus, masih bisa diperbaiki lagi)
4.
Analisis pembuatan sambel penyet
berbasis teknologi adaptive untuk meningkatkan rasa tahu goreng di kabupaten
tuban. (judul ini sudah mendekati sempurna dan dapat digunakan sebagai judul
sebuah paper)
5.
Contoh lain : APIKASI FUZZY PIPD PADA
PENGENDALI WICKET GATE PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MYCRO HYDRO
kira-kira membua judul dapat dilakukan
seprti yang dicontohkan di atas. Judul pada poin d memuat maksud/tujuan dan
metode yang digunakan kemudian dispesifikan lagi di kabupaten tuban. Hal ini
memudahkan pengambilan data sebatas konsumen di kabupaten tuban saja. metode
yang digunakan adalah teknologi cerdas (terserah apa saja boleh dan dapat
ditambahkan di judul). Sehingga judul dapat mewakili isi dari paper yang
kita buat. Dengan membaca judul saja, diharapkan pembaca menjadi mengerti alur
dari riset yang kita lakukan.
2. Abstarak:
menceritakan isi dari sebuah paper,
disini kita menulis tentang latar belakang riset yang kita lakukan, problem
yang sedang dihadapi, metode yang digunakan untuk memecahkan masalah, dan
terakhir hasil dari riset kita sebisa mungkin kita sebutkan pada abstrak. Semua
penceritraan riset dicantumkan di abstrak secara singkat padat dan jelas.
Abstrak itu biasanya ditulis tidak lebih dari 300 kata, tetapi terkadang juga
tergantung dari aturan pembuatan pada call of paper, dengan demikian panjag pendek dan aturan abstrak
dapat bervariasi. Menurut srandar Abstrak ditulis dengan huruf miring dan font
10. Ditulis satu kolom atau dua kolom. Pada abstrak tidak boleh ada rumus
matematis, hanya sebatas pada hasil yang diperoleh. Untuk lebih memahami
bagaimana cara membuat abstrak yang baik dan benar, berikut ini saya
berikan contoh abstrak yang dapat digunakan.
1.
Tahu
merupakan lauk yang amat digemari oleh penduduk tuban. variasi menu dengan
bahan tahu yang tebatas mengikibatkan selera konsumen menajadi menurun. Sambel
yang menjadi satu-satunya teman sambel yang paling digemari masyarakat tidak
mampu menahan penurunan selera konsumen dikarenakan pembuatanya yang tidak
higinis. Pencampuran bumbu sambel yang tidak proporsioal dan waktu pemngulekan
yang tidak tepat semakin mebuat rasa sambal tidak sedap. Pada paper ini akan
dibahas mengenai teknologi adaptive fuzzy untuk mengatur proporsi bahan
dan lama pengulekan sambel sehingga diperoleh takaran dan waktu pengulekan yang
tepat. Dari hasil riset yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dengan
teknolgi adaptive fuzzy takaran bahan menjadi lebih proporsional dan waktu
pengulekan lebih efesient. ……………………………………………
2.
Perkembangan
teknologi pengendali pada pembangkit listrik tenaga
microhydro pada saat ini semakin meningkat. Pembangkit
microhydro sangat diminati karena memiliki kelebihan secara
teknis dan ekonomis, hal ini disebabkan microhydro adalah pembangkit
listrik tenaga air skala kecil yang tidak memerlukan instalasi penyimpanan air
yang luas, selain itu juga ramah lingkungan. Permasalahan yang
sering terjadipada sistem pembangkit microhydro adalah terjadinya putaran
tidak konstan yang disebabkan oleh debit air maupun perubahan muka air
(diversion) serta perubahan beban sehingga mengakibatkan perubahan pada
frekwensi sistem. Fluktuasi frekuensi ini akan mempengaruhi pada
kestabilan sistem, oleh sebab itu dalam penelitian
ini akan dibahas sebuah strategi pengendali frekuensi dengan
melakukan simulasi menggunakan MATLAB. Pada simulasi
dibandingkan perfomansi frekuensi sistem microhydro yang dikontrol
menggunakan Fuzzy PI Controller dengan Fuzzy PIPD Controller. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa dengan penggunaan Fuzzy PIPD controller performasi
frekuensi sistem yang diberi gangguan berupa perubahan beban mampu
ditingkatkan, yaitu overshoot dan settling time 0 p.u , 4.365 detik
pada perubahan beban 0.015 p.u, 0.0001 p.u , 4.595 detik untuk perubahan beban
0.025 p.u, dan 0.0001 p.u , 4.744 detik dengan perubahan beban sebesar 0.05
p.u.
Dari dua contoh abstrak diatas
teman-teman dapat membuat abstrak kalian sendiri. J, cobalah dengan menulis
satu dua kalimat dan dirangkai, jika kalian belum memperoleh hasil, jangan
khawatir, teman-teman dapat membuat kerangkanya terlebih dahulu. Yang
diperlukan sementara adalah mengetahui hasil yang ingin dicapai terlebih
dahulu, meskipun belum presisi.
3. Pendahuluan
Pendahuluan sebuah paper pada dasarnya
adalah perluasan dari sebuah abstrak. Sehingga ketika membuat sebuah
pendahuluan sama dengan membuat abstrak, tetapi perlu di ingat bahwa
pendahuluan lebih detail. Untuk membuat sebuah pendahuluan kita dpat
menggunakan kerangka berfikir sama seperti membuat sebuah abstrak. Beberapa hal
yang harus ada dalam sebuah pendahuluan yaitu:
1.
Telaah
pustaka, telaah pustaka merupakan kajian/riset
pendukung yang meneliti hal yang mirip, kemudian kita mencoba untuk
mengadobsinya kedalam riset yang kita lakukan sebagai penguat atau dasar ide
kita dalam melakukan riset tersebut. Pada pendahuluan hal yang diteliti
kemudian ditulis adalah berdasarkan riset yang telah dilakukan diwaktu yang
lalu, namun kata-kata yang diadobsi tidak boleh sama persis, karena jika sama
persis dengan riset yang dulu (minimal 7 kata) dapat dianggap sebagai plagiat.
Telaah pustaka ditulis dengan bahasa sendiri tetapi mengandung arti yang hamper
sama. Pada setiap pengambilan ide kalimat diakhiri dengan tanda [..], di
titik-titik tersebut disikan angka sebagai tanda daftar reference yang kita
gunakan, dengan menggunakan sitem penomoran ini, segala yang kita tulis berarti
memiliki dasar dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai paper yang kita pakai.
Berikut ini adalah contoh penggalan dari sebuah pendahuluan:
Pendahuluan
Micro
hydro adalah pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang
tidak memerlukan instalasi penyimpanan air yang luas, sehingga tidak
membutuhkan banyak lahan [1]. Selain itu microhydro merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan
murah [1,2]. Pada microhydro konvensional, output dari generator diatur oleh wicket gate yang bertugas mengatur jumlah air yang mengalir ke
turbin. Proses pengaturanwicket
gate ini telah banyak dikembangkan dengan menggunakan
debit air atau tegangan sebagai input dan sudut pembukaan katup sebagai aksi
kontrol untuk mendapatkan output generator yang diinginkan [2,3]. Pembangkit
dengan kontrol konvensional tersebut mempunyai kelemahan pada pengendalian
tegangan dan frekuensi karena kondisi debit air yang tidak kontinyu serta
adanya perubahan beban [3,4]. Perubahan beban dan debit air berkaitan erat
dengan stabilitas sistem secara keseluruhan.
Pada contoh diatas angka-angka di dalam
tanda kurung siku merupakan angka yang menunjukan dimana kata-kata yang kita
tulis itu kita adobsi, meskipun tidak sama persis atau pengembangan. Sehingga
pendahuluan ini sangat erat kaitanya dengan referensi. Selebihnya
pendahuluan susunanya sama persis dengan pembuatan sebuah abstrak. Mudah bukan
teman-teman? Mudah. J. Oo iya samapai lupa, usahakan penomoran pada pendahuluan
hingga isi tersebut harus urut ya, jangan sampai gak urut, hal tersebut tidak
diperkenankan.
Pendahuluan membicarakan penelitian yang
telah lalu, dan di akhir paragraph di tunjukkan perbedaan penelitian yang
terdahulu dengan penelitian yang kalian kerjakan saat ini sekecil apapun hal
itu. Sehingga jelas apa yang dikerjakan di penelitian yang dahulu dan apa yang
kamu kerjakan sekarang. Tidak harus berbeda sama sekali, kalian cukup
memberikan tambahan atau perubahan pada plan yang diteliti. Contoh
1.
Peniltian 1: membuat sambel dengan layah
batu
2.
Penelitian 2: membuat sambel dengan
blender
3.
Penelitian 3: (membandingan membuat
sambel dengan layah dan blender) è hal ini dapat menjadi riset baru dengan
menggabungkan antara penelitian 1 dan penelitia n 2.
4.
Penelitian 3: membandingakn membuat
sambel denan blender dengan metode adaptive è hal ini dapat juga dilakukan
Dari empat contoh diatas kita dapat
dengan mudah menutup sebuah pendahuluan dengan kata-kata kita sendiri, sehingga
apa yang dibicarakan dalam paper, tergambar jelas pada pendahuluan dan
keliahatan mengkerucut (fokus). Hal ini sangat penting, karena banyak sekali
paper yang tidak mengkerucut, sehingga para pembaca menjadi semakin bingung
dengan semua yang kita tulis. Pendahuluan tidak boleh menggunakan persamaan
tertentu, ini merupakan aturan yang lazim digunakan. Sehingga cukup telaah
pustaka saja.
4.Isi
Isi merupakan bagian inti dari sebuah
penelitan, , pada bab inilah nyawa dari sebuah paper. pembahasan pada isi
meliputi: dimulasi dengan
1.
Plant atau objek yang akan dibahas, pada
poin ini dijelaskan secara singkat mengenai objek yang akan diteliti,
kemudiaan bila plant atau ojek tersebut dapat domodelkan, maka akan lebih baik
dilakukan pemodelan. Sehingga dapat dilihat secara jelas. Untuk memperlengkap
penjelasan objek sebaiknya dijelaskan mengenai bagian bagian plant dan
fungsinya
2.
Metode
Metode merupaka cara untuk menyelesaikan
sebuah persoalan, metode ini dapat berupa desain sendiri atau meniru penelitian
yang telah lalu. Metode tidak harus original tetapi mengambil dari penelitian
lain yang memungkinkan untuk diaplikasikan pada karya kita (khusus untuk
mahasiswa S1 dan S2, S3 harus original). Jangan menggunakan metode yang tidak
sesuai untuk menyelesaikan problem pada plant kita. Karena karya kita tidak
akan memperoleh hasil. Karena kebanyakan metode adalah menggunakan karya yang
telah ada, atau berupa penggabungan atau pengembangan metode pada karya
sebelumnya, maka pada metode harus diberikan tanda [..], sama seperti pada poin
pendahuluan.
3. Aplikasi metode pada plant
Pada poin ini, mulai dilakukan menggabungan,
antara plant (objek) yang kita teliti dengan metode yang akan digunakan, di
poin ini dijelaskan secara jelas dan padat mengenai pengimplementasian dari
metode yang kita gunakan. Pada point ini dapat berupa deain pemodelan yang
lengkap mengenai cara kerja metode pada plant untuk menyelesaikan persolan.
Diharapkan dengan penggabungan ini, arah dari penyelesaian masalah dapat
tergambar dengan jelas dan gambang.
Notes: pada point isi ini, hanya pada
plant dan metode saja yang diberi daftar pustaka, sedangkan pada point aplikasi
adalah original dari ide kita dalam menyelesaikan persolan dengan metode yang
telah disebutkan.
4. Hasil simulasi dan analisis
Sebuah riset teknik sebagian besar
meggunakan software atau perlatan tertentu untuk melakukan testing atau
simulasi sederhana. Sebaiknya hasil simulasi dapat ditampilkan berupa gambar,
tabel atau grafik untuk menampilkan hasil dari riset kita. Penggunaan gambar,
tabel atau grafik tersebut dimaksudkan untuk memperjelas hasil dan supaya lebih
komunikatif. Analisis hanya terpacu pada hasil yang kita peroleh, tidak pada
analisis penyelesaian. Jika pada tugas akhir dilakukan analisis (mulai dari
penggunaan rumus dan penyelesaian masalah) secara detail, pada penulisan paper
hal tersebut hanya dilakukan pada studi kertas saja, tidak perlu dicantumkan
semua. Sebagian besar paper lebih menekankan pada analisis hasil( gambar,
tabel, dan grafik), kenapa diperoleh hasil seperti itu, apakah sesuai dengan
tujuan yang dinginkan. Semua dirangkai menjadi satu sebagai sebuah sebab
akibat. Sehingga diperoleh sebuah hasil yang clear, dari masalah, ada
solusi(metode untuk menyelesaikan) dan diperoleh hasil yang sesuai deangan
telaah pustaka yang dilakaukan. Hasil dari sebuah smulasi tidak harus perfict
atau mutlak benar, tetapi merupakan sebuah hasil yang valid dan tidak
dibuat-buat, hal yang terpenting adalah metode yang digunakan untuk memperoleh
hasil sudah benar, dan sesuai dengan prosedur yang ada pada metode. Sehingga
apabila hasil yang di peroleh tidak tepat, hal itu dapat dimaklumi.
5.
Kesimpulan
Kesimpulan merupakan intisari dari riset
yang kita buat, kita berusaha memberitahukan kepada pembaca, bahwa dari
simulasi dan analisis yang kita lakukan kita memperoleh suatu hasil.
Kesimpulan biasanya ditulis berupa paragraph atau poin- poin saja. pada
dasarnya sebuah kesimpulan adalah ringkasan dari analisis yang menjawab tujuan.
6.
Referensi
Referensi merupakan hal yang sangat
penting dalam sebiah riset. Karena jika kita mencantumkan referensi tetapi
kenyataanya kita menggunakan atau mencuplik hasil karya orang lain, kita dapat
dikenai hokum “plagiat”, hal ini tidak dibenarkan dalam pembuatan paper. ada
banyak metode dalam menuliskan sebuah referensi, ada yang menggunakan metode
alphabet, dan penulisan ala daftar pustaka (cara ini sudah tidak popular lagi)
. cara seperti dafgar pustaka ini sudah ditinggalkan. Sekarang yang popular
adalah menuliskan dengan metode penomoran, yaitu dengan memberi nomor referensi
yang kita pakai, penomoran diurutkan sesuai paper utama yang menjadi rujukan,
disusul dengan paper-paper pendukung. Usahakan refensi berasal dari jurnal
nasional atau internasional yang diterbitkan oleh lembaga yang diakui contoh:
IEEE, science direct, elsivier, buku dengan penerbit yang banyak memakai
refensi dari jurnal internasional, jangan mengambil referensi dari website atau
blog bahkan dari situs-situs yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarnya.
Hal ini sangat berbahaya, dan jika ini teman-teman paksakan untuk maju
mengikuti seleksi call for paper atau tugas akhir, kemungkinan besar akan
ditolak, sehingga hal ini jangan sampai terjadi. Berikut ini adalah contoh
penulisan referensi:
[1]
Imam Robandi, ” Desain Sistem Tenaga Modern”, ANDI Yogyakarta.2006.
[2]
S.Bannett,”Developer of thr PID konreoller,”IEEE contr. Syst.Mag,vol.13,pp
53-58, dec.1993.
[3]
G .Chen, “Convensional and fuzzy PID controller : An overview,”
nt.Jintell.control sys, vol 13, pp.235-246,1996.
7.
Apendiks
Apendik merupakan penerang isi dari
sebuah paper, misalkan kita menggunakan data parameter-paremeter tertentu
dengan besar tertentu, missal konstata kecepatan cahaya, tau konstata colomb,
dan parameter yang anda tentukan sendiri pada riset (trial and error), sebainya
ditulis di kolom apendiks ini. Hal ini dimaksudkan untuk merpermudah pembaca
membaca rumusan-rumasan dan konstata yang ada pada paper anda.
Contoh apendiks:
Data
konstanta penguatan (gain)
K1=2.3983; K2=1.4755;
K3=0.1921; K4=1.3095; K5=0.5625; K6=0.0583;
Data
sistem eksitasi
KEi =1; TEi =0.46;
KAi =46; TAi=0.06; KFi =0.1; TFi=1.
8.
Numenklatur
Numenklatur adalah bagian yang amat
penting dari sebuah paper, nomenklatur beruisi keterangan mengenai
pareameter-parameter yang kita gunakan. Pada berbagai cabang ilmu kita temua
berbagai macam parameter yang meiliki lambang yang sama, untuk menghidari
kesalahan pesepsi pada persamaan atau lambang gambar maka nomenklatur harus
diberi. Biasanya numenklatur ditulis dibagian terkahir atau dibawah abstrak
sebuah penelitian. Berikut ini adalah contoh sebuah numenkaltur:
KP1
= Pengutan proporsional kontrol PD
Ki
= Penguatan integral Kontrol PI
KP2
= Penguatan proporsional kontrol PI
Kd
= Penguatan deffensial kontrol PD
KuPd
= Penguatan kontrol Fuzzy PD
KuPi
= Penguatan kontrol Fuzzy PI
T2,Ta,Tb
= Periode sampling
Dengan pemberian numenklatur kesalahan persepsi terhadap lambang parameter
(contoh v=volum atau kecapatan) dapat terhindarkan.